Chat dengan kami disini

Hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, membuat modus penipuan semakin beragam dan semakin sulit dibedakan dengan layanan resmi. Salah satu modus yang kembali marak yakni penipu yang menyamar sebagai petugas Dukcapil lalu berpura-pura menghubungi masyarakat untuk “membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)”.
Terlihat sangat meyakinkan, padahal aksi ini merupakan penipuan berbahaya yang menargetkan pencurian data pribadi dan akses finansial korban. Berikut penjelasan lengkap agar Anda tidak menjadi korban berikutnya.
Berdasarkan laporan masyarakat, pelaku biasanya melakukan melakukan aksinya dengan pola berikut:
Dengan alibi, data tersebut diperlukan untuk verifikasi aktivasi IKD. Padahal, data ini akan disalahgunakan untuk mengakses dan menguras saldo rekening bank, melakukan transaksi ilegal atas nama korban, hingga mendaftar pinjaman online ilegal.
Lindungi diri Anda dengan langkah berikut:
Jika Anda sudah memberikan data atau meng-klik link atau file mencurigakan, segera lakukan hal ini:
Jika terjadi sesuatu terhadap rekening bank Anda, segera lakukan pelaporan melalui kanal resmi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC): https://iasc.ojk.go.id
Ayo saling jaga keamanan digital! Modus penipuan digital berkembang sangat cepat, sehingga kita harus mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan agar menjadi pegangan kuat dalam melindungi data diri dan keuangan Anda.

Bank Lestari Bali (BPR) menghadirkan promo spesial LestariDiskon dalam rangka memperingati Hari Kartini yang berlangsung pada 14 April hingga 30 April 2026, dengan penawaran diskon hingga 50% di... Read More

Deposito sering dianggap sebagai pilihan mengelola keuangan yang stabil. Namun, sebagian orang banyak yang masih mempertanyakan kapan waktu yang tepat untuk mulai memiliki deposito. Ternyata,... Read More

Bagi pecinta kuliner Jepang, Denpasar dan sekitarnya punya banyak pilihan restoran dengan cita rasa autentik yang wajib masuk daftar kunjungan. Mulai dari ramen hangat, sushi premium, hingga... Read More