30 September 2026

Waspada Fake BTS: Modus SMS Palsu Mengatasnamakan Bank!

Waspada Fake BTS: Modus SMS Palsu Mengatasnamakan Bank!

Modus SMS palsu mengatasnamakan bank semakin perlu diwaspadai. Salah satu metode yang digunakan pelaku adalah Fake BTS atau SMS Blaster, yang dapat membuat pesan penipuan terlihat seolah-olah berasal dari institusi resmi.

Kini, marak adanya SMS penipuan yang mengatasnamakan bank. Pesan tersebut umumnya berisi informasi mengenai transaksi mencurigakan, hadiah, promo, atau permintaan verifikasi yang disertai tautan berbahaya.

 

Apa Itu Fake BTS?

Fake BTS adalah perangkat ilegal yang meniru fungsi Base Transceiver Station atau pemancar jaringan seluler resmi.

Perangkat ini dapat memancarkan sinyal seolah-olah berasal dari BTS operator resmi dan digunakan untuk mengirim SMS secara massal ke ponsel di sekitarnya tanpa melalui jaringan operator yang sah.

Pada modus tertentu, identitas pengirim atau Sender ID dapat dibuat menyerupai nama bank. Bahkan, pesan palsu dapat terlihat berada dalam rangkaian SMS yang sama dengan pesan resmi sebelumnya sehingga semakin sulit dikenali hanya berdasarkan nama pengirim.

Karena itu, jangan langsung mempercayai SMS hanya karena nama pengirim terlihat resmi.

 

Kenali Ciri-Ciri SMS Penipuan

Tingkatkan kewaspadaan apabila menerima SMS yang:

  • Meminta Anda mengklik tautan tertentu.
  • Menginformasikan adanya transaksi mencurigakan dan meminta Anda melakukan verifikasi.
  • Menawarkan hadiah, undian, promo, atau poin yang diklaim akan segera hangus.
  • Meminta User ID, password, PIN, OTP, CVV/CVC, atau informasi pribadi lainnya.
  • Menggunakan bahasa mendesak agar Anda segera melakukan tindakan tertentu.

 

Jangan pernah memberikan data pribadi, password, PIN, maupun OTP kepada pihak lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai penyelenggara layanan keuangan.

 

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menerima SMS Mencurigakan?

Jika Anda menerima SMS yang mengatasnamakan Bank Lestari Bali (BPR), lakukan beberapa langkah berikut:

1. Jangan klik tautan dalam SMS
Hindari membuka link, file, atau aplikasi dari pesan yang mencurigakan. 

2. Jangan berikan data rahasia perbankan
Jaga kerahasiaan PIN, OTP, password, User ID, CVV/CVC, dan informasi keamanan lainnya.

3. Pastikan alamat website yang Anda akses benar
Website resmi Bank Lestari Bali (BPR) adalah https://bprlestari.com/

4. Konfirmasi melalui kanal resmi
Jika ragu terhadap pesan yang diterima, jangan mengikuti instruksi di dalam SMS. Hubungi langsung Bank Lestari Bali (BPR) melalui kanal resmi.

Customer Care Bank Lestari Bali (BPR): 0361-246706 

WhatsApp Customer Care: 081999684000

 

Jangan Hanya Percaya pada Nama Pengirim

Modus penipuan digital terus berkembang. Dengan adanya Fake BTS dan pemalsuan Sender ID, nama bank yang tampil pada layar ponsel tidak selalu dapat dijadikan satu-satunya indikator bahwa suatu SMS benar-benar resmi.

Tetap periksa isi pesan, hindari mengklik tautan mencurigakan, dan lakukan konfirmasi melalui kanal resmi Bank Lestari Bali (BPR) sebelum mengambil tindakan apa pun.

 

Tetap waspada dan jaga kerahasiaan data perbankan Anda.

 


BERITA LAINNYA

Waspada Fake BTS: Modus SMS Palsu Mengatasnamakan Bank!

Mengenal Take Over Kredit dan Berbagai Pertimbangan Sebelum Melakukannnya

Kesulitan membayar cicilan karena mengambil pinjaman di banyak tempat dengan bunga lebih tinggi? Jika Anda mengalami masalah ini, sekarang sudah ada solusinya, lho yaitu dengan memanfaatkan... Selengkapnya

Waspada Fake BTS: Modus SMS Palsu Mengatasnamakan Bank!

Bisnis Juga Bisa Punya Passive Income, Lho! Ini Dia Passive Income dalam Bisnis

Istilah passive income pasti tidak asing lagi di telinga kita. Banyak orang saat ini berlomba-lomba meningkatan pendapatannya melalui passive income. Tidak hanya perorangan, sebuah perusahaan atau... Selengkapnya

Waspada Fake BTS: Modus SMS Palsu Mengatasnamakan Bank!

Kolaborasi Bank Lestari Bali dan BIMC: Mengedukasi Masyarakat Tentang Resiko dan Cara Cegah Penyakit Jantung

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu di dunia dan bahkan mengalahkan keganasan penyakit kanker. Data WHO tahun 2021 menunjukan ada 17,8... Selengkapnya